Berita

Kelompok KKN-PKM Lestarikan Budaya Batik

Rabu (02/10/2019) – Dalam upaya meningkatkan produktifitas santri pondok pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo. Salah satu kelompok KKN-PKM 2019 Universitas Nurul Jadid (UNUJA), Paiton, Probolinggo, hadir dengan mengadakan program pelatihan keterampilan batik tulis. Tema yang diusung, “Upaya Pemberdayaan Perilaku Produktif Santri Pondok Pesantren Nurul Jadid Dengan Keterampilan Berbasis E-Commerce”.

Kegiatan pelatihan yang bertempat di kediaman Bapak Ifrikita Ghibran Ahmad, selaku pemilik usaha batik tulis, di Desa Karanganya, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Pada Kamis, 19 September 2019, kelompok KKN-PKM yang berjumlah 16 orang itu, mulai mengadakan pelatihan batik tulis. Dimana mereka, sekaligus menjadi peserta dalam pelatihan itu.

Pelatihan batik tulis, berlangsung selama dua hari mulai dari tanggal 19 sampai 20 September 2019. Para peserta mendapatkan pematerian langsung dari pemilik usaha batik tulis, Bapak Ifrikita Ghibran Ahmad, mengenai tahapan-tahapan membuat batik tulis, hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam membatik, juga difasilitasi alat, dan bahan batik tulis untuk mempraktikkannya secara langsung.

“Sejak ditetapkannya batik sebagai warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia oleh UNESCO pada Rabu, 2 Oktober 2009. Saya harap para generasi muda Indonesia bisa bersama-sama melestarikan batik sebagai warisan budaya bangsa,” ucap Bapak If, panggilan akrabnya, mengajak para peserta pelatihan.

Ibu Anis Yusrotun Nadhiroh, S.Kom, M.MT, selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), menyampaikan alasannya mengapa memilih keterampilan batik tulis sebagai salah satu program kegiatan kelompok KKN-PKM yang dibimbingnya.

“Kenapa memilih batik tulis sebagai salah satu kegiatan KKN-PKM. Karena batik merupakan identitas budaya bangsa Indonesia. Selain itu, dengan membatik mahasiswa tidak hanya unggul dibidang IPTEK, dan keagamaan saja. Tapi juga memiliki keterampilan yang nantinya bisa dijadikan sebagai bekal berwirausaha,” katanya.

Menurut Atik Hikmatuz Zakiyah, salah satu santri pondok pesantren Nurul Jadid yang ikut  dalam pelatihan batik tulis, merasa sangat “bersyukur sekali, dengan adanya pelatihan itu. Karena saya bisa tahu cara membuat batik tulis, sekaligus turut serta dalam melestarikan budaya indonesia. Selain itu, dengan membatik juga saya bisa mengambil pelajaran bahwa untuk mendapatkan hasil yang memuaskan kita butuh proses yang panjang,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *